Perbandingan Investasi Emas Jangka Pendek vs Jangka Panjang: Keuntungan, Risiko, dan Tips Terbaik

Seputaremas.co.id I 27 Januari 2023 Jakarta – Dari zaman dahulu hingga sekarang, emas tetap menjadi objek investasi yang diminati. Dalam dunia investasi emas, terdapat dua kategori berdasarkan jangka waktu, yaitu investasi emas jangka pendek dan jangka panjang. Keduanya memiliki keuntungan dan risiko tersendiri, Berikut Perbandingan antara kedua jenis investasi emas untuk membantu memilih strategi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansial.

Investasi Emas Jangka Pendek
Keuntungan
– Investasi emas jangka pendek mungkin kurang umum, tetapi dapat memberikan keuntungan signifikan dalam situasi tertentu. Saat terjadi resesi, menabung emas selama 1-2 tahun bisa menghasilkan keuntungan dua kali lipat. Harga emas cenderung naik selama resesi, dan dengan persiapan yang baik, investor dapat menjual emas dengan harga yang lebih tinggi.

Investasi Emas Jangka Panjang
Keuntungan
– Investasi emas jangka panjang adalah metode yang umumnya diterapkan. Banyak orang memilih menabung emas untuk kebutuhan masa depan, seperti hari tua atau keadaan darurat keuangan. Emas dianggap sebagai perlindungan nilai yang baik, dan nilainya cenderung meningkat seiring waktu. Investasi jangka panjang, antara 3-5 tahun atau 5-10 tahun, dianggap menguntungkan karena harga emas memiliki kecenderungan untuk terus meningkat.

Risiko pada Investasi Emas Jangka Pendek vs Jangka Panjang

Baik investasi jangka pendek dan jangka panjang memiliki risiko dan keuntungannya masing-masing. Untuk risikonya, sama seperti investasi lainnya, investasi emas baik jangka pendek dan panjang memiliki risiko sebagai berikut:

Jenis RisikoPengertianKeterkaitan dengan Investasi Emas
·       Risiko InflasiRisiko inflasi, atau yang biasa disebut risiko daya beli adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak saat ini di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko ini memiliki potensi yang merugikan daya beli masyarakat terhadap investasi dikarenakan adanya kenaikan rata-rata dari harga konsumsi.Pada investasi emas risiko ini bisa dikaitkan ketika nilai emas semakin menurun karena suatu negara mengalami inflasi. Misalnya, daya beli emas yang rendah, yang membuat nilai jual emas pun semakin menurun.
·       Risiko komoditasMerupakan risiko yang disebabkan oleh perubahan harga komoditas tertentu karena berbagai faktor. Risiko jenis ini berkaitan dengan fluktuasi harga komoditas serta dipengaruhi oleh permintaan dan penawaraan.Pada investasi emas risiko ini dimaksudkan adalah ketika negara tiba-tiba  membuat peraturan/kebijakan baru mengenai harga/value emas di bank atau di masyarakat. Dengan perubahan kebijakan dan penerapan sistem yang berbeda pada transaksi emas. Perubahan nilai dan harga pada emas pun bisa berubah baik itu menurun atau meningkat.
·       Risiko finansialRisiko ini terkait dengan struktur pendanaan yang dilakukan sebuah perusahaan. Sumber pendanaan perusahaan bisa dari pemegang saham dalam bentuk saham biasa atau saham preferen, atau melalui pinjaman jangka pendek atau jangka panjang.Pada investasi emas, risiko ini dimaksudkan kepada kamu yang memiliih berinvestasi emas dengan cara menabung emas di aplikasi atau lembaga tersebut. Karena bersifat seperti cicilan, maka bisa saja suatu hari kamu tidak memiliki uang/cash untuk menabung emas. Sehingga, jumlah tabungan emas semakin sedikit dan nilai jualnya mungkin lebih rendah daripada uang yang sudah dikeluarkan untuk menabung emas selama ini.
·       Risiko bisnisRisiko ini biasanya berkaitan dengan bisnis perusahaan tersebut. Biasanya, perusahaan dalam satu sektor dengan bisnis yang sama dianggap punya risiko yang sama.Pada investasi emas, risiko ini dimaksudkan ketika kamu menabung emas atau berinvestasi emas di aplikasi atau lembaga tertentu. Dimana aplikasi atau lembaga tersebut tetap saja merupakan bisnis yang bisa kapan saja mengalami kesulitasn finansial dan bangkrut.

Tips Menabung Emas agar Minim Risiko dan Cuan Maksimal:

  1. Pilih Lembaga Terpercaya
    Pilih lembaga yang terpercaya saat menabung emas, baik melalui pegadaian, e-commerce, atau aplikasi e-wallet. Pastikan kredibilitas tempat menabung untuk menghindari risiko bisnis atau penipuan.
  2. Beli Emas di Tempat Terpercaya
    Beli emas langsung di tempat terpercaya, seperti PT. ANTAM untuk emas batangan. Pastikan toko perhiasan yang dipilih dapat memberikan jaminan terkait kadar emas pada perhiasan.
  3. Simpan Emas dengan Aman
    Jika membeli emas, pastikan memiliki tempat yang aman untuk penyimpanan. Pertimbangkan pembelian kotak brankas kecil jika jumlah emas signifikan.
  4. Tentukan Tujuan Investasi
    Miliki tujuan investasi yang jelas, seperti menikah, umrah/haji, uang darurat, atau pendidikan. Tujuan ini dapat menjadi motivasi untuk kedisiplinan dalam berinvestasi.
  5. Pilih Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan
    Sesuaikan investasi emas dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Pilih jangka waktu investasi yang sesuai, dan hindari memaksakan investasi yang melebihi kemampuan.

Perbandingan antara investasi emas jangka pendek dan jangka panjang dapat membantu calon investor memilih strategi yang sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan finansial mereka. (red)

Leave a Reply