Mengenal Lebih Jauh 8 Kekurangan Investasi Emas dan Cara Mengatasinya

Seputaremas.co.id | 19 Februari 2024 – Sejak lama, emas telah menjadi primadona dalam dunia investasi, khususnya di Indonesia. Meskipun dianggap sebagai logam mulia yang terus diminati, penting untuk menyadari bahwa investasi emas juga memiliki sejumlah kekurangan.

Berikut ini adalah pemahaman mendalam tentang aspek-aspek negatif serta strategi untuk mengatasinya. Mari kita telaah 8 kekurangan investasi emas dan langkah-langkah untuk mengurangi risikonya:

1. Kurang Cocok untuk Investasi Jangka Pendek

Sebelum terjun ke investasi emas, perlu dicermati bahwa emas kurang cocok sebagai pilihan untuk tujuan jangka pendek. Pertumbuhan harga emas cenderung rendah dan fluktuasinya relatif pasif. Maka, penting untuk memilih instrumen investasi yang sesuai dengan rencana keuangan jangka pendek, bukan emas.

2. Tak Dapat Memberi Pendapatan Pasif

Berbeda dengan deposito atau saham yang memberikan pendapatan pasif, emas hanya menawarkan peluang keuntungan melalui capital gain. Investor tidak akan menerima dividen atau bunga seiring waktu. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan instrumen investasi lain jika pendapatan pasif menjadi prioritas.

3. Adanya Risiko Kehilangan Emas Fisik

Meskipun sudah tersedia layanan investasi emas online, risiko kehilangan tetap relevan terutama bagi mereka yang memilih bentuk emas fisik. Penyimpanan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko kerugian. Oleh karena itu, perlu memastikan penyimpanan emas fisik dilakukan dengan cermat.

4. Minimnya Dampak Ekonomi dari Investasi Emas

Investasi emas tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ekonomi. Berbeda dengan investasi saham atau obligasi yang mendukung pertumbuhan perusahaan, emas cenderung hanya memberikan keuntungan bagi investor. Meskipun demikian, emas tetap bisa menjadi pelindung nilai kekayaan dan sumber modal bisnis.

5. Fluktuasi Harga yang Cenderung Sulit Ditebak

Fluktuasi harga emas sulit diprediksi dan dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global. Meskipun terkadang dapat menguntungkan, fluktuasi ini juga membawa risiko penurunan harga yang signifikan. Investor perlu menyadari dan mengelola risiko ini dengan bijak.

6. Spread dari Harga Emas Tergolong Tinggi

Spread harga emas yang tinggi menjadi kelemahan utama investasi ini. Perbedaan antara harga beli dan harga jual emas bisa mencapai belasan persen. Ini perlu diperhatikan dengan cermat karena dapat merugikan investor dibandingkan dengan instrumen investasi lain yang memiliki spread lebih rendah.

7. Beban Biaya Tambahan yang Harus Disiapkan

Investor perlu memperhitungkan biaya tambahan terkait penyimpanan fisik emas atau platform online. Biaya-biaya ini dapat mengurangi potensi keuntungan, dan oleh karena itu, perlu diperhitungkan secara seksama dalam perencanaan investasi.

8. Jika Ekonomi Dunia Stabil, Harga Emas Biasanya Tak Bertumbuh

Harga emas cenderung stagnan saat ekonomi dunia stabil, menyebabkan minat investor menurun. Sebaliknya, di kondisi ekonomi yang tidak stabil, investasi emas lebih menarik. Namun, perlu diingat bahwa tren ini tidak selalu berlaku, dan investor perlu memperhitungkan kondisi ekonomi global dengan cermat.

Pahami Risikonya agar Terhindar dari Kerugian Investasi Emas

Setiap instrumen investasi memiliki risikonya sendiri. Demikian juga dengan investasi emas. Penting untuk memahami risikonya dengan baik agar dapat mengambil keputusan yang bijak dan mengoptimalkan peluang keuntungan dalam jangka panjang. Dengan pemahaman yang mendalam, investor dapat melibatkan diri dalam investasi emas dengan lebih percaya diri dan bijaksana. (red)

Leave a Reply