Wakil umum MUI Tolak BTN Syariah-Muamalat Merger

Seputaremas.co.id I 24 Januari 2024 Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui Wakil Ketua Umumnya, Anwar Abbas, menolak wacana penggabungan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah dengan PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) Tbk, Alasannya adalah MUI berharap agar BMI tetap mempertahankan paradigmanya sebagai bank yang berasal dari umat, dimiliki bersama umat, dan untuk kepentingan umat.

Anwar menyampaikan penolakan tersebut dengan beberapa pertimbangan.

Pertama, agar warisan para pendiri BMI yang datang dari kalangan umat, seperti MUI, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan beberapa pengusaha muslim, dapat tetap terjaga. Sejarah berawal dari lokakarya MUI pada Agustus 1990 yang mengangkat isu bunga bank dan perbankan.

Kedua, Anwar ingin memastikan bahwa di tengah persaingan perbankan di Indonesia, terutama yang mayoritas umatnya beragama Islam, tetap ada bank swasta yang dimiliki oleh umat. Ia menekankan bahwa BMI, sebagai bank syariah pertama di Indonesia, bukanlah milik pemerintah atau negara, melainkan swasta yang dimiliki oleh umat.

Anwar juga membagikan pengalaman BMI yang pernah menghadapi masalah dan mengundang investor asing dari Timur Tengah untuk memperkuat bank tersebut. Meskipun demikian, Anwar menegaskan bahwa investasi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bukanlah tanda bahwa BMI menjadi milik pemerintah, melainkan tetap milik umat.

Selain itu, Anwar menekankan perlunya pendekatan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi dan bisnis, tetapi juga memperhatikan dan mempertahankan sejarah bank. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk memajukan dan memperbesar BMI secara bersama-sama, bukan untuk memikirkan penggabungan dengan bank lain.

Anwar menyarankan agar langkah pemerintah bukanlah mengambil alih BMI menjadi bank milik negara, melainkan mendukung agar BMI tetap eksis dan menjadi bank yang kuat dan bangga dimiliki oleh umat. Kesuksesan pemerintah dalam menangani BMI diukur dari kemampuannya menciptakan kondisi yang mendukung BMI sebagai bank milik umat yang maju, terpercaya, dan membanggakan. (red)

Leave a Reply